Durian Merah Senama Tapi Tak Sama

Jika Anda naik mobil sejam dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur, cobalah berhenti di sebuah lapak durian di tepi jalan raya menuju Kota Tenggarong, Kabupaten Kutaikartanegara, Kalimantan Timur. Yang mencuri perhatian di lapak durian itu terdapat sejenis durian berkulit merah pekat dan berduri panjang. Itulah lahongĀ Durio dulcis nan langka.

Lalu si pedagang membelah salah satu buah. Begitu kulit buah terbuka, menguar aroma kuat seperti aroma aseton. Dari balik kulit tampak daging buah berwarna kuning. Begitu dicicip, rasa daging buah manis, tapi berdaging tipis. Bijinya berwarna coklat kehitaman.

Lahong Durio dulcis, seringkali disebut durian merah karena berkulit merah

Lahong Durio dulcis, seringkali disebut durian merah karena berkulit merah

Mencicip lahong itu menjadi pengalaman mengesankan. Kehadiran lahong di lapak durian tergolong langka. Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, konsumen mesti memesan dahulu bila ingin mencicip lahong. Dua hari kemudian baru bisa memperoleh pesanan. Itu pun bila kebetulan sedang ada pasokan.

Di Kalimantan lahong seringkali tertukar denganĀ Durio graveolens yang juga sering disebut durian merah. Keduanya memang sama-sama memiliki ciri khas merah. Padahal, pada lahong yang merah adalah kulit buah, sementara graveolens daging buahnya. Warna daging buah yang berwarna merah seringkali mengundang burung untuk menyantap. Itulah sebabnya di Malaysia graveolens kerap disebut durian burung. Orang Dayak Kenyah menyebutnya durian anggang alias burung rangkong. Warna kulit graveolens kuning dan berduri panjang. Daging buahnya tipis dan relatif tanpa aroma. Rasanya kalah manis dengan lahong.

Durian anggang Durio graveolens, seringkali tertukar dengan lahong karena sama-sama disebut durian merah. Daging graveolens yang berwarna merah mengundang burung untuk menyantap sehingga kerap disebut durian burung.

Durian anggang Durio graveolens, seringkali tertukar dengan lahong karena sama-sama disebut durian merah. Daging graveolens yang berwarna merah mengundang burung untuk menyantap sehingga kerap disebut durian burung.

Perbedaan lain terlihat dari bunga. Daunnya juga lebih tebal daripada lahong. Menurut botanis Herbarium, Kostermans, perbedaan keduanya juga terlihat saat buah matang. Buah graveolens terbuka saat masih menempel di cabang. Sedangkan dulcis matang pohon dengan kondisi buah belum terbuka.

Jual/Supplier Daging Durian Beku dan Pancake Durian Medan, SMS Fajar 0817-486-1641 atau email TanyaFazy@gmail.com.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>